Percobaan video blog:
Bagaimana saya memperoleh inspirasi dari Kartini dan STA.
"STA seakan-akan memastikan bahwa masa depan bukanlah milik Maria yang romantis dan
manis, tapi kepunyaan Tuti yang rasional dan ingin mencapai sesuatu."
Link relevan:
http://www.korantempo.com/news/2002/8/2/Budaya/1.html
"STA seakan-akan memastikan bahwa masa depan bukanlah milik Maria yang romantis dan
manis, tapi kepunyaan Tuti yang rasional dan ingin mencapai sesuatu."
Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts
Tuesday, December 18, 2007
Wednesday, February 14, 2007
Gaya Baca Buku
oleh Roby
Poltak membahas bagaimana dia gila buku dan bisa membaca cepat sehingga dia sekarang memiliki target untuk menghabiskan satu buku per minggu. Dia juga membedakan antara membaca dan memiliki buku, menurut dia
memiliki buku itu gampang -- tetapi membacanya sampai habis, itu soal lain...
Setiap orang tentu punya gaya masing-masing (saya nggak tau gaya si gila buku satu lagi ini apa), dan gaya saya membaca buku adalah begini. Oh ya, ini hanya berlaku untuk buku yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
Saya tidak merasa harus membaca buku sampai habis. Yang paling penting buat saya adalah apa yang saya peroleh dari buku itu. Kadang dari satu buku, hanya satu kalimat yang memberikan kenikmatan tiada terkira. Jadi yang saya cari adalah kenikmatan itu. Kenikmatan ketika ide membentuk reaksi berantai di kepala.
Saya jarang merasa senang ketika berkata "saya sudah membaca buku itu sampai habis". Saya lebih senang ketika mencomot ide dari satu paragraf dan menceritakannya kenapa ide itu menarik.
Maka itu saya cenderung memiliki banyak buku. Malah saya baru menemukan salah satu kunci kebahagiaan: bacalah 10 buku sekaligus saat bersamaan. Kebahagiaan adalah terlepas dari kebosanan. Karena ada 10 buku yang sedang dibaca maka dijamin kita tidak pernah merasa bosan. Ambil satu buku dan ambil terus sampai ada ide menarik yang menyerap perhatian kita sehingga membuat kita semangat kembali.
Jadi saya tidak melihat buku sebagai tugas dimana harus dibaca habis. Buku adalah seperti TV; kita tidak pernah menonton semua acara TV tapi dia selalu ada jika kita ingin menonton. Jadi semakin banyak buku yang belum terbaca habis berserakan di rumah kita, semakin banyak pilihan kita, dan semakin tinggi probabilitasnya untuk menemukan ide menarik. Dan menemukan ide menarik adalah salah satu puncak kebahagiaan.
ilustrasi: koleksi pribadi.
Subscribe to:
Posts (Atom)