Thursday, February 8, 2007

Tugas Ibu

oleh Tika


Tugas ibu itu apa sih? Apa kriteria untuk menjadi ibu yang baik? Bangun lebih pagi dari semua? Siapkan sarapan pagi? Cuci baju anak-anak dan suami? Apa?

Ibu saya tidak pernah menyiapkan sarapan pagi setiap hari, hanya jika beliau merasa sedang ingin melakukannya. Ibu saya lebih suka mencuci baju kita, walaupun ini juga tidak dilakukan beliau setiap hari karena memang selalu ada "pembantu" yang sebenarnya melakukan tugas ini. Bersih-bersih rumah? Sama sekali bukan kegemaran beliau. Apakah ini berarti ibu saya bukan ibu yang baik?

Walau Ibu saya tidak memiliki pekerjaan diluar rumah, alias ibu saya adalah seoarang ibu rumah tangga, Ibu saya memiliki individualitas yang cukup tinggi. Ibu saya bukan seseoarang yang suka bergaul diluar rumah. Ibu saya bisa berhari-hari diam di rumah, bukan karena ibu saya suka mengurus rumah, tapi karena ibu saya memang lebih suka diam dirumah. Sepertinya, ibu saya tidak akan merasa bahagia jika beliau bekerja di luar rumah.

Ibu saya adalah seoarang ibu yang tinggal dirumah bukan karena beliau gemar mengurus rumah. Kegemaran ibu saya adalah diam dikamar dan membaca. Apakah ini berarti ibu saya melalaikan tugasnya sebagai seoarang ibu?

Walau ibu saya bukan yang menyediakan makan atau terlihat menyapu ruangan, memandikan dan mencuci baju kami setiap harinya, saya tidak pernah merasa kelaparan, tubuh dan rumah kami selalu bersih dan baju-baju kami selalu siap pakai. Kita semua tumbuh menjadi anak-anak yang sehat. Semua ini memang berkat usaha para pembantu, tentu atas dasar bimbingan ibu saya, pemimpin keluarga kami di rumah.

Lalu apa yang ibu saya lakukan secara "langsung" untuk kami, anak-anaknya? Dari ibu, saya mengenal rasanya menjadi anak yang bahagia, disayangi dan terlindungi. Saya dapat merasakan ini karena ibu saya selalu ada jika saya memerlukan bantuannya dan perhatiannya. Ibu saya bukanlah tipe ibu yang lembut seperti dalam dongeng anak-anak. Ibu saya orang yang cukup ketus dan praktis. Dengan caranya sendiri, beliau telah berhasil mendidik saya juga kakak-kakak dan adik saya menjadi orang dewasa yang kuat menghadapi kompleksitas kehidupan. Ibu saya berhasil mendidik kami dan menyayangi kami, walau tanpa harus menyuapi kami makan atau memandikan kami tiap harinya di masa kanak-kanak.

Kadang saya merasa kaget bahwa ternyata ibu saya kadang lebih mengenal saya dari diri saya sendiri. Itu adalah bukti perhatian besar ibu saya terhadap saya.

Kata ibu saya, jadi seorang ibu rumah tangga sangat berat karena apapun yang kita lakukan, tidak ada penghargaan sebanding dengan seseoarang yang memiliki karir diluar rumah.

Dengan ibu saya sebagai contoh figur seorang ibu, definisi saya sebagai tugas seorang ibu yang baik bukanlah didasari atas suatu pekerjaan yang dapat dengan mudah di "wakili" oleh seorang pembantu, bahkan seoarang ayah. Ibu memiliki tempat khusus di hati setiap anaknya. Tugas seoarang ibu adalah untuk memupuk rasa cinta ini di hati sang anak hingga kelak dewasa nanti, sang anak dapat menyumbangkannya kembali ke generasi selanjutnya.

Ibu saya bukanlah seorang ibu yang terluput dari kesalahan layaknya seorang manusia. Tapi dengan caranya sendiri, beliau berusaha untuk memberi kita kesayangan yang hanya dapat hadir berkat usahanya untuk menjadi seorang ibu yang baik. Terima kasih ibu.

** Ilustrasi didapatkan dari situs http://artfiles.art.com/images/-/Makiko/Mother-Bears-Love-I-Print-C10286305.jpeg

11 comments:

yanti said...

Tika, topik ini menarik banget.

apa sih tugas yang spesifik milik ibu? atau sebenarnya semua tugas itu adalah milik orang tua, atau milik seluruh anggota keluarga, dan
hanya kebiasaan/budaya atau kesepakatan pembagian tugas yang membuat tugas itu jatuh kepada ibu?

Tika said...

wah rumit ya. Jika di pilah hingga melihat ibu sebagai mahluk biologis saja, saya lihat tugas ibu tidak lain untuk menyusui hingga anak kuat mencari makan sendiri (ini buat manusia ya).

Kehidupan sosial tambah kompleks, kebanyakan tugas2 anggota keluarga, juga bentuk keluarga itu sendiri menjadi sangat terpengaruhi kultur sosial yang ada. Sebagai biolog semestinya saya tetap menganggap bagaimanapun perbedaannya, semua struktur keluarga terpengaruhi dengan proses utama yg mendorong mahluk biologis untuk hidup: berkembang biak dan "survive" di alamnya. Jadi tugas2 tiap anggota keluarga sangat dipengaruhi dengan tujan biologis ini :).

philips vermonte said...

saya suka sekali posting ini. It's so frank...

laras said...

posting yg menarik nih..
emang sepertinya seorang ibu tanpa nyuapi, mandiin, memasak, bercerita menjelang tidur terlihat kurang keibuan.Padahal itu semua sebenarnya bisa dilakukan siapa saja serta bisa didelegasikan ke pembantu termasuk dlm memberikan kasih sayang. Jadi tugas ibu yg spesisfik sebenarnya adalah melahirkan dan menyusui aja ya...:D

Tika said...

laras: "Jadi tugas ibu yg spesisfik sebenarnya adalah melahirkan dan menyusui aja ya...:D"

Tidak. Tugas ibu adalah untuk menyayangi anak layaknya seorang ibu. Anak tidak adapt mendapatkan rasa kasih sayang seperti ini melalui seorang pembantu atau baby sitter.

Pertanyaannya: Bagaimana seoarang ibu dapat melakukan ini? Ya tergantung sifat personal para ibu. Tidak ada aktifitas paten seorang ibu untuk mengekspresikan rasa cintanya ke anaknya, yang diperlukan adalah ketulusan. Ada yang memandikan anaknya, ada yg tidur sembari menyanyikan anaknya, ada pula yang keluar rumah melihat film2 hollywood di teater kesayangan, ada pula yang hanya duduk berdua menikmati kesepian dirumah. Anak akan dapat membedakan perilaku tulus di pihak ibu dengan yang tidak. Untuk bersifat tulus, para ibu harus dapat memilih.

philips vermonte said...

wah, kalau begitu menyayangi anak bukan termasuk tugas bapak?

Tika said...

"philips vermonte":"wah, kalau begitu menyayangi anak bukan termasuk tugas bapak?"

bagaimana pula anda ini?!?! Ya tentu bapa punya hak dan tugas untuk menyayangi anak. Maksud saya ibu punya tempat yang beda di hati sang anak. Sebaliknya juga berlaku, bapa punya tempat yang beda di hati sang anak. Saya sendiri merasa bedanya rasa cinta saya ke bapa vs. ibu saya, tapi tetap saya mencintai mereka dengan derajat yang sama, walau berbeda.

Ya memang kita miliki istilah berbeda untuk anak yatim vs piatu. Bayangkan anak yang yatim juga piatu.

philips vermonte said...

saya sebetulnya mengomentari jawaban mbak Tika sebelumnya 'tugas ibu adalah menyayangi anak sebagaimana layaknya seorang Ibu".

Maksud saya, menyayangi anak adalah tugas bersama orang tua, ayah+ibu)...gitu.

Saya pikir posting ini berbeda, karena memberi pengalaman jujur terhadap sosok Ibu, yang tidak klise, tidak seperti konsepsi lain mengenai Ibu yang men-idealisasi-kan sosok Ibu yang 'lemah lembut', sementara bapak selalu digambarkan 'tegas, manly' dan sebagainya.

Sementara posting ini (saya kira) memberi pesan bahwa ayah dan ibu pada dasarnya sama porsi, tugas dan posisi-nya terhadap dan di mata anak-anak, yang satu tidak lebih ideal dari yang lain...tapi saya salah tafsir rupanya...Anyway, posting dan komentarnya menarik sekali...:-)

Tika said...

philips vermonte: "ayah dan ibu pada dasarnya sama porsi, tugas dan posisi-nya terhadap dan di mata anak-anak, yang satu tidak lebih ideal dari yang lain...tapi saya salah tafsir rupanya.."

Tika:
Maksud tulisan saya untuk memperlihatkan ibu sebagai seoarang manusia, bukan sekedar "sosok" saja. Tugas ibu selalu berevolusi walau esensi cinta ibu itu tetap sifatnya.
Untuk ayah, ya tidak saya bahas dalam tulisan ini :).

mia said...

Salam kenal ;)
nice blog,postingan mbak Tika bikin saya kangen ama mama.

Wiena Windari said...

Hai Tika ... Aku seneng banget baca ini .. pencerahan disaat hati ini sedang bimbang ... Ibu bukan sosok ... Ibu juga manusia ... Love only the best thing that she can give .. but love the important things yang dibutuhin sama anak2 yach .... thanks for all :-)